Translate

Minggu, 19 Maret 2017

BUKAN DIMANA LADANGNYA, TAPI SIAPA PETANINYA

Sebuah kisah yang begitu populer di kalangan pemasar adalah kisah 2 penjual jam yang di kirim ke sebuah wilayah. Ternyata wilayah yang sama mendatangkan kesimpulan yang berbeda bagi setiap individu.

Ketika dua penjual tersebut di kirim ke daerah pedalaman, penjual pertama beranggapan bahwa di daerah yang tidak kenal sepatu itu, tentu saja masyarakatnya tidak akan mau membeli jam. Sementara penjual kedua berfikir bahwa wilayah itu adalah "Kerajaan tanpa Penguasa". Ia beranggapan bahwa jika ia menjual jam di wilayah itu, maka ia akan menjadi penguasa pasar.

Pandangan yang ekstrim bertentangan inipun terjadi kembali ketika perusahaan mereka kembali menugaskan kedua penjual tersebut ke daerah perkotaan yang cukup ramai.

Penjual pertama hampir tidak menemukan harapan untuk dapat menjual jam di daerah yang hampir semua orang di tempat itu telah menggunakan jam. "Wilayah ini telah memasuki titik jenuh untuk industri penjualan jam", keluhnya. Sementara penjual kedua beranggapan bahwa wilayah perkotaan ini adalah lahan yang kompetitif untuk pemasaran industri jam. Bagaimana tidak, hampir seluruh penghuni kota ini telah faham betul arti dan manfaat jam bagi kehidupan mereka. Inilah kesan yang terngiang di benak sang penjual kedua ketia ia berada di kota tersebut.

Selalu ada cara pandang yang berbeda terhadap suatu hal, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Dalam hal ini, pepatah "Bukan dimana ladangnya, tapi Siapa petaninya" sungguh-sungguh tak terbantahkan.

Be positive, Focus... And Let's do Our Best..!!!!

Konsultasi Dan Pemesanan
M. Azis Hambali
HP/ WA : 0813-111-621-01

Untuk Order silahkan Klik Link dibawah Ini
http://wa.orderlink.in/no/6281311162101


Tidak ada komentar:

Posting Komentar